NADIKABAR.COM — Setiap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, masyarakat Situbondo memiliki tradisi khas yang dikenal dengan Ancak Agung. Tradisi ini ditandai dengan pembuatan ancak yang dihias menggunakan berbagai hasil bumi dan makanan.
Ancak tersebut kemudian dibawa dalam iring-iringan atau kirab dan menjadi bagian dari perayaan Maulid Nabi di Situbondo. Tradisi ini juga menjadi salah satu bentuk kebersamaan masyarakat dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Melansir Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist STIQ Walisongo Situbondo berjudul "Maulid Nabi tim redaksi Islam dan Tradisi" yang ditulis Nahdiyah dan Saiffuddin, Ancak Agung merupakan tradisi masyarakat Situbondo dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Ancak dibuat dari berbagai hasil bumi dan makanan yang disusun serta dihias sedemikian rupa. Hasil bumi yang digunakan tim redaksi lain pisang, wortel, kelapa, singkong dan berbagai jenis buah-buahan. Bentuk ancak bisa beragam, mulai dari ukuran kecil hingga besar.
Selain hasil bumi, dalam perkembangannya ancak juga dapat dihias dengan berbagai makanan dan perlengkapan lainnya. Semuanya disusun atau ditempelkan sehingga membentuk ancak yang menarik untuk diarak.
Tradisi Ancak Agung menjadi salah satu cara masyarakat Situbondo memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini ditandai dengan pembuatan ancak yang dihias menggunakan berbagai hasil bumi.
Dalam pelaksanaannya, warga dari berbagai desa membawa ancak untuk diarak dalam kirab. Beragam bentuk dan ukuran ancak membuat iring-iringan ini menjadi salah satu bagian yang menarik dalam perayaan Maulid Nabi di Situbondo.
Ancak kemudian diarak menuju pusat kota. Dalam salah satu pelaksanaan, iring-iringan ancak bergerak dari Jalan PB Sudirman menuju Alun-alun Situbondo.