Setibanya di lokasi, masyarakat mengikuti pembacaan sholawat bersama. Kirab tersebut juga menjadi tontonan bagi warga yang ingin melihat berbagai ancak hasil kreasi masyarakat.

Tradisi Ancak Agung tidak hanya menjadi bagian dari budaya masyarakat Situbondo. Tradisi ini juga memiliki nilai keagamaan karena dilakukan untuk memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Dalam jurnal UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berjudul "Tradisi Ancak Agung dalam Menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW" yang ditulis Nurul Khofifatul Molika, Ancak Agung disebut sebagai bentuk kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus wujud kecintaan kepada Nabi.

Tradisi ini juga dikaitkan dengan rasa syukur atas karunia Allah SWT. Karena itu, pelaksanaan Ancak Agung menjadi perpaduan tim redaksi kegiatan keagamaan dan tradisi masyarakat yang terus dilestarikan di Situbondo.

Tradisi Ancak Agung merupakan salah satu tradisi khas masyarakat Situbondo yang dikemas dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Berdasarkan infografik yang kamu kirim dan beberapa sumber pendukung, berikut fakta-faktanya dilansir Instagram Dispendikbud Situbondo.

Tradisi Ancak Agung diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan masyarakat kepada Nabi Muhammad SAW, sekaligus ungkapan syukur kepada Allah SWT.

Tradisi ini tidak hanya menjadi kegiatan budaya, tetapi juga mengandung nilai takzim kepada Nabi Muhammad SAW, kegembiraan menyambut kelahiran Nabi, dan kecintaan kepada Rasulullah.