"Kebetulan kami sudah mengantisipasi, jadi ya kami bawa (sendiri). Alhamdulillah tetap lancar," lanjutnya.
Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA), KPH Eddy Wirabhumi membantah adanya sabotase gamelan yang akan digunakan kubu Paku Buwono XIV Purbaya. Ia mengatakan, justru pihaknya membantu saat meminta Gamelan Monggang.
"Tidak ada (sabotase), tadi mereka minta Gamelan Monggang juga saya bantu langsung, kita kasih," katanya dihubungi NadiKabar, Rabu (26/8/2026).
Lebih lanjut Eddy mengatakan bahwa sempat kehilangan beberapa gamelan saat Gerebek Idul Adha. Ia mengatakan ada satu set tabuh yang hilang.
"Saya tidak tahu persis, keterangan yang di lapangan waktu kehilangan kecer 3 biji saat grebeg idul adha juga hilang 1 set tabuhnya. Pikiran anggong (yang urus gamelan) mereka sudah nyimpan 1 set tabuh gamelan," bebernya.
Di sisi lain lain, Rumbay menyebut bahwa dirinya dan Yudhistira sedang menyiapkan bukti-bukti terkait adanya tindakan pelecehan. Ia mengatakan, dugaan pelecehan tersebut terjadi pada saat adanya adu mulut Miyos Gongsa di Masjid Agung.
"Tapi untuk saat ini saya dan Mas Yudis juga sedang mengumpulkan data dan bukti untuk melaporkan balik, melaporkan balik," bebernya.
"Karena apa yang saya lakukan itu defense saya karena ada oknum yang melecehkan saya gitu. Memegang pantat saya. Di hari Rabu kemarin. Iya," pungkasnya.