"Saya tanya dari siapa, katanya dari OPD. Terakhir dari Pak Sirhan Kepala Dinas Kelautan kalau nggak salah," sambungnya.

Fadia mengaku sempat menanyakan kepada mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pekalongan, Sirhan, soal maksud dari uang tersebut. Sirhan kemudian menjawab soal tradisi dan kebutuhan bupati saat Lebaran. Jawaban serupa ternyata juga dilontarkan sekretaris daerah.

"Waktu itu Pak Sekda juga menjawab 'iya benar, ini uang tradisi. Dia ini ngomong tradisi itu sudah biasa seperti ini'," ujar Fadia.

Menurut Fadia, dia juga sempat bertanya kepada Robi yang merupakan ajudan Bupati sebelumnya. Dia menyebut pemberian itu juga ada namun dengan nilai yang tidak ditentukan.

"(Katanya) Yang dulu juga dapat kayak gini. Nilainya macam-macam karena nggak dipatok, seikhlasnya. Saya akui kalau memang saya terima. Dan uangnya tidak saya ambil," kata Fadia.

"Mereka kumpulkan dulu, nanti langsung dibuatkan parsel untuk masyarakat, dibagi-bagikan. (Atas nama Ibu?) Betul," lanjutnya.