NADIKABAR.COM β€” Jalur treking asyik sekitar 11 kilometer akhir pekan ditutup kulineran di Surya Kencana (Surken). Begitulah saya dan istri menikmati Bogor, pada Sabtu, 17 Oktober 2026: berjalan, melihat, berhenti, memotret, lalu menyerahkan urusan berikutnya kepada kulineran maknyus.

Pilihannya banyak. Dari jajanan legendaris hingga pendatang baru yang ramai diperbincangkan di media sosial. Jam pintar saya mencatat 16.000 langkah, perkiraan pembakaran 540 kalori, dan jarak 11 kilometer. Lumayan. Jika biasanya kami treking, hiking ke gunung atau bukit, kali ini cukup di jalanan datar. Tetap seru juga.

Bogor memang murah hati kepada pejalan kaki yang menyukai sejarah, batin saya. Dari Stasiun Bogor, kami melewati Balai Kota, menyeberang menuju kawasan Istana Presiden, mengitari Kebun Raya, kemudian melanjutkan perjalanan ke Lapangan Sempur.

Istana tersebut berakar pada rumah peristirahatan Gubernur Jenderal Van Imhoff pada 1745, sedangkan Kebun Raya berdiri pada 1817 dan dikenal dalam pustaka Belanda sebagai Lands Plantentuin.

Di Sempur, ruang terbuka dengan lintasan olahraga, mempertemukan warga dengan kota yang terus bergerak. Pagar istana, pepohonan besar, dan bangunan lama membuat langkah kerap stop dadakan. Selalu ada sesuatu yang mengundang dilihat lebih lama.

Surken mempunyai lapisan waktunya sendiri. Pada masa kolonial, jalan niaga ini dikenal sebagai Handelstraat, berkembang bersama permukiman dan jaringan perdagangan masyarakat Tionghoa.

Peter van Dun, dalam tulisan yang tersimpan di perpustakaan digital Belanda, DBNL, menunjukkan bahwa peta panduan Baedeker 1914 sudah mencantumkan perkampungan Tionghoa di selatan istana. Perdagangan kemudian berkelindan dengan makanan; seiring usaha kuliner bertumbuhan sejak awal 2000-an. Teras Surken diresmikan pada 27 Agustus 2020, ketika Bima Arya menjadi wali kota.

Di sepanjang koridor Jalan Suryakencana, toge goreng, cungkring, soto kuning, pisang goreng, cempedak goreng, laksa, lumpia basah, asinan, roti unyil, dan jajanan manis seperti berjejeran.

Teras Surken kini menjadi koridor kuliner: dengan deretan toko, kedai, dan pedagang yang membuat perjalanan kaki dirayu untuk mampir. Dari beberapa gang dan jalan kecil, saya juga melihat gunung menyembul di antara bangunan.

Bentang pegunungan sekitar Bogor mencakup Salak di barat daya serta Gede-Pangrango di tenggara; puncak yang terlihat dari masing-masing celah bergantung pada arah pandang, cuaca, dan penghalang bangunan.

Setelah mencicipi toge goreng yang maknyus, salah satu persinggahan paling membekas adalah Arin’s Bakery & Kitchen.