NADIKABAR.COM — Perkembangan bisnis di Indonesia mendorong perusahaan untuk terus beradaptasi dengan perubahan teknologi, meningkatkan produktivitas, dan menjaga efisiensi operasional. Di tengah proses transformasi digital tersebut, kebutuhan perangkat komputasi tidak lagi hanya berkaitan dengan spesifikasi, tetapi juga keandalan, keamanan data, serta biaya operasional dalam jangka panjang.
Kondisi ini turut memengaruhi dinamika pasar PC komersial di Tanah Air. Perusahaan skala besar, UMKM, instansi pemerintahan, hingga institusi pendidikan membutuhkan perangkat yang mampu menunjang kebutuhan operasional sekaligus mengikuti perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI).
Di tengah kebutuhan tersebut, ASUS Indonesia memperkuat penetrasinya di pasar PC komersial melalui lini ASUS Business dengan menghadirkan rangkaian perangkat ExpertBook dan ExpertCenter, termasuk model yang telah mendukung teknologi AI.
Langkah tersebut ditujukan untuk menjawab kebutuhan komputasi segmen korporasi skala besar, UMKM, sektor pemerintahan, hingga pendidikan akan perangkat yang dapat diandalkan, aman, dan relevan dengan efisiensi bisnis masa depan.
Director Commercial ASUS Indonesia Eric Khoven menyampaikan pasar komersial di Indonesia sangat dinamis dan ditentukan oleh tingkat kematangan digital serta kebutuhan operasional masing-masing organisasi.
Bagi ASUS Business, segmen korporasi besar menjadi fokus strategis yang memerlukan pendampingan teknologi sepanjang siklus penggunaan perangkat.
"Bagi ASUS, inovasi adalah DNA kami. Kami percaya bahwa inovasi dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata pengguna melalui pendekatan Design Thinking dan Extreme Engineering," ujar Eric, kepada NadiKabar, Senin (26/10/2026).
Pendekatan tersebut menggabungkan keunggulan rekayasa teknologi dengan pemahaman operasional harian guna memastikan ketahanan fisik perangkat, perlindungan data, serta kenyamanan produktivitas harian.
Transformasi Ekosistem Komputasi Berbasis AI
Director Commercial ASUS Indonesia Eric Khoven (Foto: dok. ASUS)
Adopsi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia terus menunjukkan momentum positif, dengan riset mencatat sekitar 74% perusahaan telah mengadopsi teknologi AI. Menanggapi potensi ini, ASUS Business memandang AI PC sebagai bagian dari transformasi komputasi yang lebih luas, melampaui sekadar kategori produk baru.
"Di Indonesia, perkembangan adopsi AI juga menunjukkan momentum yang positif. Data eksternal mencatat sekitar 74% perusahaan yang disurvei telah mengadopsi AI. Meski demikian, meningkatnya adopsi AI secara umum tidak serta-merta mencerminkan kesiapan perusahaan untuk berinvestasi pada AI PC," ujar Eric.
"Memasuki 2027, kami melihat bahwa nilai sebuah perangkat tidak lagi hanya ditentukan oleh kemampuan komputasinya, tetapi juga bagaimana perangkat tersebut dapat terintegrasi dengan aplikasi, infrastruktur, dan ekosistem AI yang mendukung aktivitas bisnis secara menyeluruh," sambungnya.
Melalui integrasi Neural Processing Unit (NPU) pada lini ExpertBook, pemrosesan fitur AI seperti kolaborasi virtual dan efisiensi alur kerja dapat dijalankan secara lokal di perangkat. Eric menegaskan nilai utama AI PC terletak pada bagaimana perangkat tersebut terhubung secara utuh dalam ekosistem AI devices, AI infrastructure, dan AI applications dari cloud hingga edge.
Kehadiran inovasi komputasi AI ASUS sebelumnya juga mencatatkan penerimaan positif dengan menguasai sekitar 60% pangsa pasar Copilot+ PC di Indonesia. Namun, penting untuk melihat perkembangan kategori Copilot+ PC dan pasar PC komersial secara keseluruhan memiliki cakupan yang berbeda.
Strategi Hadapi Dinamika Harga dan Nilai Tambah UMKM
Lembaga riset Counterpoint Research mencatat pengiriman PC secara global merosot tajam hingga 21% secara tahunan (year-over-year/YoY). Counterpoint mengungkapkan bahwa pemicu utama anjloknya pengiriman PC adalah lonjakan harga komponen secara berturut-turut selama beberapa bulan terakhir.
Menghadapi kenaikan harga komponen dan tekanan biaya operasional, perusahaan semakin perlu mempertimbangkan total biaya kepemilikan perangkat (Total Cost of Ownership/TCO). Pertimbangan ini tidak hanya mencakup harga pembelian dan layanan purnajual, tetapi juga keandalan perangkat, kemudahan pengelolaan, serta keamanan data sepanjang masa penggunaannya.
Dalam konteks tersebut, ASUS Business melalui lini ExpertBook, ExpertCenter dan Expert Series lainnya menempatkan keandalan, keamanan, dan dukungan purnajual sebagai bagian dari pendekatan untuk membantu perusahaan mengelola perangkat sepanjang siklus penggunaannya.
Khusus UMKM yang tengah berkembang, efisiensi operasional menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih perangkat kerja. ASUS Business melalui lini ExpertBook menawarkan perangkat yang mendukung produktivitas, fleksibilitas peningkatan RAM dan penyimpanan pada model tertentu, serta kesiapan teknologi AI. Dukungan purnajual juga tersedia melalui garansi standar hingga tiga tahun, termasuk baterai dan adaptor, serta opsi perpanjangan hingga 60 bulan untuk produk enterprise tertentu sesuai ketentuan yang berlaku. Perlindungan ini dirancang untuk membantu mengurangi risiko biaya perawatan dan gangguan operasional.
"Hal ini penting karena bagi pelaku usaha, biaya kepemilikan laptop tidak berhenti pada saat pembelian. Keandalan perangkat, potensi biaya perbaikan, dan risiko terganggunya operasional juga perlu menjadi pertimbangan," kata Eric.
Komitmen Mitra Teknologi Jangka Panjang
Dalam satu hingga dua tahun ke depan, ASUS Business melalui ExpertBook, ExpertCenter, dan Expert Series lainnya berfokus memperkuat posisinya sebagai mitra teknologi terpercaya bagi dunia usaha di Indonesia. "Bagi ASUS Business, ambisi untuk menjadi pemimpin pasar PC komersial Indonesia bukan sekadar tentang mencapai posisi nomor satu. Lebih dari itu, kami ingin membangun kepercayaan bahwa ketika sebuah perusahaan memilih ASUS, mereka memilih teknologi yang dapat diandalkan untuk mendukung keberlangsungan dan pertumbuhan bisnisnya," kata Eric.
"Pada akhirnya, kami tidak hanya ingin menjadi bagian dari pertumbuhan bisnis di Indonesia. Kami ingin menjadi teknologi yang membantu bisnis Indonesia terus bergerak maju," pungkasnya.