“Perubahan terkait workspace cukup cepat, kebutuhan dari perusahaan, orang, dan organisasi juga berubah. Kami merasa perlu satu wadah bagaimana kita sama-sama meningkatkan industri ini,” katanya.
Menurut dia, pengembangan ruang kerja melibatkan berbagai pihak dengan perspektif berbeda, antara lain desainer, kontraktor, manufaktur, konsultan properti, pemilik properti, dan pengguna ruang.
Kolaborasi antarpihak tersebut dinilai dapat membantu menghasilkan ruang kerja yang lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna dan perkembangan organisasi.
Pembahasan mengenai perkembangan ruang kerja tersebut menjadi bagian dari DFL Conference 2026 bertema “The Connected Workspace: Built on Culture, Driven by People, Powered by Technology” yang digelar di Jakarta.