Perubahan tersebut turut menjadi latar belakang penyegaran merek, rebranding, Harvest yang telah beroperasi di Indonesia selama 22 tahun. Perusahaan bakery-patisserie itu sebelumnya lebih dikenal dengan produk kue untuk kebutuhan perayaan dan hadiah.
Melalui rebranding yang diumumkan pada September 2026, Harvest memperluas konsepnya menjadi bakery-patisserie yang juga menyasar konsumsi sehari-hari, tanpa meninggalkan produk untuk kebutuhan perayaan dan pemberian hadiah.
CEO Harvest Sylvia Andriani Rizal mengatakan perubahan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan preferensi konsumen terhadap makanan, desain, dan gaya hidup.
βSelama 22 tahun, Harvest telah menjadi bagian dari banyak momen spesial masyarakat Indonesia. Kini kami ingin memperluas peran tersebut agar Harvest dapat hadir dalam lebih banyak momen sederhana setiap hari,β kata Sylvia.
Menurut dia, rebranding tersebut tidak dimaksudkan untuk mengubah identitas yang telah dibangun selama lebih dari dua dekade, melainkan menyesuaikan cara perusahaan hadir di tengah perubahan kebiasaan konsumen.