NADIKABAR.COM — Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Jumat (2/10) mengancam akan mengenakan tarif tambahan terhadap Korea Selatan jika Seoul tidak mendukung proyek LNG Alaska seperti yang telah diumumkan bersama sejumlah pejabat kabinet AS.

“Saya tidak gegabah mengambil tindakan. Maksud saya, mereka ada di sana dan diwakili. Dan kita lihat saja. Jika mereka tidak mau melakukannya, saya tidak masalah. Saya hanya akan mengenakan biaya lebih kepada mereka,” kata Trump dari Gedung Putih ketika ditanya apakah dia telah terlalu cepat berbicara mengenai masalah tersebut.

Pada Rabu, Trump mengatakan Korea Selatan akan menginvestasikan 200 miliar dolar AS (sekitar Rp3,57 kuadriliun) untuk mendukung pembangunan proyek-proyek gas alam cair (LNG) dan energi nuklir utama di Amerika Serikat, termasuk proyek LNG Alaska.

Bloomberg sebelumnya melaporkan Seoul akan menginvestasikan 54 miliar dolar AS (sekitar Rp965 triliun) dalam proyek Alaska tersebut sebagai bagian dari investasi dan komitmen yang lebih luas senilai 350 miliar dolar AS (6,26 kuadriliun) untuk berinvestasi di Amerika Serikat pada 2025.

Menteri Perdagangan, Industri dan Sumber Daya Korea Selatan Kim Jung-kwan, Kamis (1/10) membantah adanya kesepakatan resmi mengenai LNG Alaska. Ia mengatakan kedua pihak hanya menyepakati tiga poin dalam lembar fakta.

Menteri tersebut menegaskan bahwa angka maupun pernyataan yang bersifat pasti dari Washington melampaui apa yang sebenarnya telah dibahas.

Penerjemah: Asri Mayang Sari