"Kecerdasan Super (SI) akan menjadi topik diskusi besar, tapi saya ingin membiarkannya tetap seperti apa adanya. Itu juga posisi China," tulis Trump dalam unggahannya di Truth Social, seperti dikutip NadiKabar dari CNBC, Sabtu (26/9/2026).
Siaran pers dari China mengenai pertemuan tersebut mengatakan bahwa Xi menegaskan China dan AS mungkin bersaing, tapi harus lebih banyak bekerja sama dalam bidang AI.
"Kedua pihak dapat melanjutkan dialog mereka tentang AI, bertukar pandangan tentang risiko dan manfaatnya, serta bersama-sama mencegah penyalahgunaan dan pelanggaran AI," kata Xi.
"AI harus tetap berada di bawah kendali manusia. Pendekatan yang berpusat pada manusia harus dijunjung tinggi, dan AI harus dikembangkan untuk hal yang positif dan baik, sehingga AI dapat melayani kemajuan umat manusia," sambungnya.