Laporan WSJ juga menyebutkan bahwa beberapa pekan terakhir, AS telah menambah sistem pertahanan udara, amunisi, dan berbagai pasokan lainnya di kawasan Timur Tengah. Tidak hanya itu, menurut WSJ, militer AS juga memindahkan sejumlah pasukan menjauh dari pangkalan-pangkalan yang dianggap rentan terhadap potensi pembalasan dari Iran.

Baik juru bicara Pentagon maupun juru bicara CENTCOM menolak untuk mengomentari laporan media tersebut.

Sebelumnya, WSJ melaporkan bahwa AS telah meminta sejumlah negara Teluk Arab untuk bersiap menghadapi kemungkinan "operasi militer singkat namun intens" terhadap Iran, yang diperkirakan akan dilancarkan setelah pemilu sela pada 3 November mendatang. Namun, menurut WSJ, Trump belum mengambil keputusan akhir. Sementara itu, militer Iran melontarkan peringatan bahwa mereka akan melancarkan pembalasan yang lebih luas terhadap setiap serangan baru. Teheran bahkan mengancam akan menyerang infrastruktur terkait AS, termasuk pusat data dan target-target lain terkait AI, yang ada di kawasan Timur Tengah.

10 Pesawat Militer AS Mendarat di Pangkalan Udara Israel

Laporan terpisah media Israel, KAN, pada Kamis (29/10) waktu setempat menyebutkan bahwa AS telah memindahkan 10 pesawat kargo militer ke pangkalan udara Israel di wilayah Negev bagian selatan, di tengah persiapan untuk potensi serangan baru terhadap Iran.