NADIKABAR.COM — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan bahwa AS mungkin harus menghancurkan sisa-sisa Iran, saat potensi operasi militer baru Washington terhadap Teheran membayangi. Trump mengatakan bahwa AS akan segera mengambil keputusan terkait kelanjutan perang melawan Iran.
Ketika ditanya soal potensi dimulainya kembali tindakan militer AS di Iran, seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat (6/11/2026), Trump mengatakan bahwa negara tersebut sebagian besar telah hancur dan akan membutuhkan waktu lebih dari dua dekade untuk membangunnya kembali.
"Sekarang kita akan mengambil keputusan: Apakah kita ingin melangkah lebih jauh dan memberikan sertifikasi, yang berarti memastikan hal itu tidak akan pernah terjadi lagi?" kata Trump saat berbicara kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih pada Kamis (5/11) waktu setempat.
"Saya sebenarnya tidak ingin menghancurkan sisa-sisa negara tersebut jika memungkinkan, tetapi mungkin saya harus melakukannya. Dan Anda akan segera mengetahuinya," ucap Presiden AS tersebut, setelah melakukan pertemuan dengan para penasihat keamanan nasionalnya.
Ketika ditanya lebih lanjut mengenai laporan soal Iran mengirimkan proposal nuklir ke AS melalui mediator, seperti dilansir Reuters, Trump menegaskan bahwa: "Mereka tidak melakukan apa pun tanpa persetujuan kita."
Sebelumnya, seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Teheran telah mengirimkan proposal nuklir kepada Washington, melalui Qatar sebagai mediator.
Ditegaskan pejabat senior Iran tersebut, yang berbicara dengan syarat anonimitas, bahwa proposal itu baru akan dibahas setelah AS memenuhi tujuh tuntutan atau syarat yang diajukan oleh Iran.
Pejabat senior Iran tersebut juga mengatakan bahwa otoritas AS sedang meninjau proposal nuklir itu. Namun dia menolak untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai proposal tersebut.
Situasi konflik di Timur Tengah berpotensi kembali berkobar setelah AS menuntaskan pemilu sela pada 3 November kemarin. Trump, pada Selasa (3/11), tidak menutup kemungkinan untuk memulai kembali operasi tempur terhadap Iran.
Sedangkan Iran telah menegaskan akan melancarkan pembalasan yang lebih luas jika perang kembali pecah.