NADIKABAR.COM — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan politikus Prancis Marine Le Pen mendapat perlakuan tidak adil untuk situasi kepentingan politik.
"Saya tidak mengenalnya, saya belum pernah bertemu dengannya; tetapi, menurut saya, dia diperlakukan dengan buruk. Bagi saya, apa yang mereka lakukan itu tampak seperti upaya memanfaatkan situasi untuk kepentingan politik," kata Trump kepada para wartawan ketika ditanya mengenai kemungkinan dukungannya terhadap Le Pen.
Namun demikian, Trump enggan mengatakan apakah ia akan mendukung Le Pen dalam pencalonan perempuan politikus Partai Reli Nasional itu di Pilpres Prancis 2027.
Sebelumnya, pada 7 Juli lalu, Le Pen mendapat kesempatan untuk ikut serta dalam pilpres setelah hukumannya diringankan dalam kasus penggelapan dana Parlemen Eropa.
Namun, dia tetap harus menjalani hukuman selama satu tahun dengan mengenakan gelang elektronik.
Le Pen pun telah menyatakan tidak akan melakukan kampanye sambil mengenakan gelang tersebut. Kemudian, dia mengumumkan niatnya untuk mencalonkan diri dan mengajukan banding atas putusan tersebut ke Mahkamah Kasasi Prancis.
Kantor Kejaksaan Prancis menegaskan gelang elektronik pemantau tersebut tidak akan dikenakan pada Le Pen selama masa kampanye.
Prancis dijadwalkan menggelar pilpres pada 18 April 2027, dengan jadwal putaran kedua—jika memungkinkan—digelar pada 2 Mei 2027.
Petahan Presiden Prancis Emmanuel Macron tidak mencalonkan diri dalam Pilpres Prancis 2027, karena saat ini sedang menjalani masa jabatan keduanya sebagai presiden secara berturut-turut.