NADIKABAR.COM β€” Duta Besar Turkiye untuk Indonesia, Talip Kucukcan, menyampaikan bahwa Memorandum Badr ditandatangani antara lain agar Indonesia dan Turkiye dapat bersama-sama memproduksi alutsista di Indonesia sekaligus menjalankan alih teknologi bagi Indonesia.

β€œTujuan utama untuk jangka menengah dan panjang adalah melakukan transfer teknologi ke Indonesia, sehingga Indonesia dan Turkiye dapat memproduksi alutsista di Indonesia,” kata Dubes Kucukcan dalam wawancara singkat sebelum acara Hari Nasional Turkiye ke-103 di Jakarta, Kamis malam.

Saat ditanya terkait pendanaan, Kucukcan mengatakan bahwa Indonesia dan Turkiye memiliki latar belakang keuangan yang kuat dan keduanya merupakan anggota G20 serta memiliki perekonomian yang besar.

β€œSelain itu, tentu ada pula minat yang besar dari negara-negara Teluk, Timur Tengah, dan wilayah lainnya. Jadi, dalam hal pendanaan, tidak ada masalah. Persoalan utamanya terlekat pada kemitraan strategis yang telah kita bangun,” tambahnya.

Selain itu, Kucukcan mengatakan bahwa saat ini perusahaan-perusahaan pertahanan Indonesia dan Turkiye sedang bekerja sama untuk mewujudkan produksi bersama di Indonesia, menambahkan bahwa Turkiye telah mencapai tingkat kemandirian 80 persen dalam industri pertahanan.