Lalu, ayat Al-Qur'an yang ketiga adalah surah Az Zariyat ayat 56. Berikut bunyinya,

ูˆูŽู…ูŽุง ุฎูŽู„ูŽู‚ู’ุชู ูฑู„ู’ุฌูู†ู‘ูŽ ูˆูŽูฑู„ู’ุฅูู†ุณูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ู„ููŠูŽุนู’ุจูุฏููˆู†ู

Wa mฤ khalaqtul-jinna wal-insa illฤ liya'budแปฅn

Artinya: "Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku."

Pada frasa wa maa khalaqtul jinna wal insa illaa liya'buduun, Kiai Miftach memaparkan huruf lam dalam ayat itu bermakna lam 'aqibah ataub menunjukkan akibat. Menurutnya, seluruh aktivitas manusia dalam menjalankan tugas kekhalifahan dan membangun ekonomi harus bermuara pada nilai ibadah.

"Jangan sampai kita melangkah dan membangun dengan megah tanpa ada nilai ibadah. Kekhalifahan mengurus bumi yang luas dan menyejahterakan rakyat tanpa pandang bulu, semuanya harus bernilai ibadah," katanya.

"Tiga ayat ini menjadi dasar program awal abad kedua ini agar NU betul-betul sejahtera ekonominya. Sebab untuk bidang pendidikan dan kesehatan, alhamdulilah sudah ada pakarnya seperti Prof Muhammad Nuh," tandas Rais Aam.