NADIKABAR.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengeluarkan peringatan dini udara panas beberapa hari terakhir. BMKG mengungkap, kondisi tersebut diakibatkan kurangnya tutupan awan di musim kemarau.
Ketua Tim Bidang Meteorologi sekaligus Sub Koordinator Pelayanan Jasa di BMKG Wilayah IV Makassar Rizky Yudha Pahlawan menjelaskan, kurangnya tutupan awan menyebabkan sinar Matahari maksimum masuk dan memanasi permukaan Bumi. Kondisi inilah yang menyebabkan udara terasa sangat panas, terutama ketika Matahari dalam keadaan terik.
"Karena kondisi cuaca yang cerah, sehingga tutupan awan berkurang bahkan nihil. Sehingga sinar matahari maksimum masuk dan memanasi permukaan," ujar, Rizky saat diwawancarai NadiKabar, Senin (7/9/2026)
Lebih lanjut, Rizki menjelaskan kondisi udara panas berbeda dengan suhu panas. Suatu wilayah dikatakan berada dalam kondisi udara panas setelah diukur dari parameter suhu, kelembapan udara, dan kecepatan angin.
"Kalau suhu panas, itu nilai yang tercatat di alat pengukur suhu seperti termometer, itu yang dinamakan suhu panas. Tapi kalau udara panas, yang kami berikan peringatan dini itu sudah menggabungkan beberapa parameter," jelasnya.
Kondisi udara panas di Sulsel diprediksi masih akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. Udara panas tersebut akan mereda seiring dengan masuknya musim hujan yang diprediksi berlangsung mulai awal November 2026.
Rizky menjelaskan, ketika memasuki musim hujan, kondisi cuaca akan cenderung banyak tutupan awan. Banyaknya tutupan awan tersebut nantinya akan mengurangi suhu Udara yang terpapar ke wilayah Sulawesi Selatan yang menyebabkan udara panas ikut berkurang.
"Peringatan dini udara panas ini diprediksi masih akan terus terjadi hingga beberapa bulan ke depan. Jadi masih bulan September, Oktober, awal November, peringatan dini udara panas ini masih banyak wilayahnya yang akan kami berikan," ungkap Rizky.
Rizky menjelaskan, kondisi udara panas di Sulsel berada pada level waspada dengan ambang batas 35-40 derajat celcius. Untuk wilayah Makassar sendiri, suhunya berkisar tim redaksi 22-36 derajat celcius.
Selain Makassar, beberapa wilayah lainnya di Sulsel juga berpotensi mengalami kondisi udara panas. Pada Selasa (8/9) besok, wilayah yang berpotensi status waspada udara panas meliputi Sulsel bagian barat, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Kepulauan Selayar, dan Wajo.
Berikut ini rincian wilayah di Sulsel yang berpotensi mengalami udara panas 3 hari ke depan:
Status Waspada (35-40 Derajat Celsius)
Status Waspada (35-40 Derajat Celsius)
Status Waspada (35-40 Derajat Celsius)