NADIKABAR.COM β€” Kajian Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada (Pustral UGM) dan PT Egis International Indonesia menemukan bahwa 79 persen emisi angkutan barang di koridor jalan Jawa–Bali terkonsentrasi di tiga provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Febriani Astari dari PT Egis International Indonesia mengatakan emisi angkutan barang jalan di koridor Jawa–Bali mencapai 19,72 juta ton COβ‚‚ pada 2026, dan tanpa intervensi, naik 51 persen menjadi 29,80 juta ton pada 2035.

"Jawa Barat menyumbang 31 persen, Jawa Tengah 26 persen, dan Jawa Timur 22 persen. Sementara truk dua sumbu medium dan truk tiga sumbu menyumbang 59 persen emisi," kata Febriani dalam keterangannya di Yogyakarta, Kamis.

Dia mengatakan dengan asumsi harga karbon 50 dolar AS per ton, maka nilai ekonomi emisinya mencapai sekitar Rp220 triliun secara kumulatif hingga 2035.

"Persoalannya ternyata lebih sempit dan lebih bisa dikelola. Lebih dari tiga perempat emisi ada di tiga provinsi, dan lebih dari seperempatnya berasal dari sepuluh kabupaten/kota, sehingga kita bisa memulai dari titik-titik panas tersebut," ujar Febriani.