Ketua Tim Kajian dari Pustral UGM Arif Wismadi mengatakan dari 14 wawancara mendalam serta FGD di Jakarta, Surabaya, dan Bali yang melibatkan 185 instansi menempatkan infrastruktur pengisian daya dan harga truk listrik sebagai hambatan teratas.
Sementara itu, survei terhadap 50 UMKM angkutan barang menunjukkan hanya delapan persen yang mau beralih dengan syarat kredit saat ini, tetapi angkanya naik menjadi 56 persen dengan uang muka 15 persen, bunga nol persen, dan jaminan cukup BPKB truk listrik.
Untuk itu, lanjut dia, kajian merancang tiga prototipe pembiayaan, yaitu kredit hijau berbasis kontrak dengan pemilik barang, sewa armada tanpa uang muka, dan langganan baterai.
"Truk listrik tidak akan berpindah dari brosur ke jalan raya selama hitungannya belum masuk akal bagi operator," kata Arif.