Lebih lanjut Arif mengatakan salah satu hasil utama kajian adalah aplikasi web EQLAS for EV yang dirancang untuk perencanaan sistematis guna mengurangi kesenjangan infrastruktur pengisian daya, baik secara spasial maupun sosial.

Saat ini 36 persen Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Jawa–Bali berada di lima kota Jakarta, padahal wilayah itu hanya menyumbang 4,8 persen emisi truk.

"Selagi SPKLU khusus truk belum dibangun, perencanaannya harus sistematis agar tersebar di sepanjang koridor Jawa–Bali, tidak menumpuk di barat Jawa seperti pada kendaraan listrik penumpang," ujar Arif.

Menurutnya elektrifikasi logistik juga lebih berkeadilan karena manfaatnya dirasakan seluruh lapisan masyarakat, berbeda dengan subsidi mobil listrik penumpang yang lebih banyak dinikmati kelompok mampu.