Sementara itu, Ketua Panitia Acara International Vaccine Symposium 2026 Prof. Jarir At Thobari mengatakan kegiatan tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, pemerintah, tenaga kesehatan, lembaga riset, dan mitra industri dari berbagai negara di kawasan Asia-Pasifik.
"Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas riset, kepemimpinan, pemanfaatan bukti ilmiah, dan kemitraan di bidang vaksin dan imunisasi," katanya.
Menurut dia, rangkaian kegiatan tersebut berlangsung sejak 28 September hingga 3 Oktober 2026 dengan mengadakan berbagai diskusi berkaitan dengan vaksin dan imunisasi.
"Diskusi, studi kasus, pertukaran pengalaman antara negara terkait tantangan dalam program imunisasi terjalin bersama para ahli," ujarnya.
Ia menjelaskan beberapa pembahasan yang didiskusikan, di antaranya surveilans penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, kesiapsiagaan pandemi, zero-dose children, pemerataan akses imunisasi, ekonomi kesehatan vaksin, serta pemanfaatan hasil penelitian untuk mendukung kebijakan imunisasi.