NADIKABAR.COM — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Universitas Indonesia (UI) melakukan pendampingan kepada masyarakat Kampung Haji, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, guna menciptakan ketangguhan sosial pascabencana tanah gerak yang melanda wilayah tersebut.
"Pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan membangun kembali rumah dan fasilitas fisik. Yang tidak kalah penting adalah memulihkan kehidupan sosial masyarakat, menguatkan kembali solidaritas antarwarga, serta membangun kapasitas komunitas agar lebih siap menghadapi risiko bencana di masa mendatang," kata Ketua Tim Pelaksana Pendampingan Sosial UI Nazarudin dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Nazarudin menjelaskan, warga Kampung Haji merupakan penyintas bencana pergerakan tanah yang terjadi sejak Februari 2019 dan semakin parah pada akhir April 2019. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan pada rumah, jalan, fasilitas umum, dan lahan pertanian.
Sebanyak 129 rumah terdampak dan lebih dari seratus keluarga terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka. Setelah melalui masa penantian sekitar lima tahun, pada Agustus 2024 para penyintas mulai menempati kawasan hunian tetap Kampung Haji yang terdiri atas 129 unit rumah di atas lahan seluas lima hektare.
Oleh karena itu, tim melakukan berbagai upaya pendampingan, salah satunya melalui penyerahan barang stimulan kepada tiga kelompok masyarakat (pokmas), yaitu Pokmas Kesehatan, Pokmas Keagamaan, dan Pokmas Pendidikan–Kepemudaan.