"Melalui program pendampingan sosial ini, masyarakat tidak ditempatkan sekadar sebagai penerima bantuan, tetapi sebagai subjek utama pemulihan. Penyerahan stimulan kepada tiga kelompok masyarakat, yaitu bidang kesehatan, keagamaan, dan pendidikan-kepemudaan, diharapkan dapat menghidupkan kembali ruang-ruang interaksi sosial, memperkuat kemandirian, dan menumbuhkan semangat gotong royong," ujarnya.
Nazarudin menjelaskan Pokmas Kesehatan memperoleh dukungan berupa sarana pelayanan posyandu, alat antropometri, perlengkapan kesehatan, serta peralatan pendukung kesiapsiagaan bencana. Sedangkan Pokmas Keagamaan memperoleh perlengkapan pendukung kegiatan masjid dan Taman Pendidikan Al Quran (TPA), termasuk perlengkapan pemulasaraan jenazah dan sarana informasi.
Sementara itu, Pokmas Pendidikan–Kepemudaan memperoleh dukungan untuk pengembangan pojok baca, alat permainan edukatif, perlengkapan sekolah kebun, serta sarana olahraga bagi pemuda.
Di samping itu, seluruh kelompok juga memperoleh dukungan perlengkapan kesiapsiagaan, seperti alat pemadam api ringan (APAR), tas siaga bencana keluarga, paket P3K, tandu evakuasi, dan lampu darurat.