"Harapannya, Kampung Haji tidak hanya menjadi tempat tinggal yang aman, tetapi juga tumbuh menjadi komunitas yang guyub, tangguh, dan berdaya secara berkelanjutan," ucap Nazarudin.

Sementara itu, Direktur Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan Hidup BNPB Luqmanul Hakim menekankan pentingnya memastikan bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana turut memperhatikan pemulihan kehidupan sosial masyarakat.

Ia menilai pemulihan pascabencana harus menempatkan kebutuhan dan kemampuan masyarakat sebagai bagian penting dalam setiap tahapan pelaksanaannya.

"Melalui kolaborasi BNPB dan Universitas Indonesia ini, kami berharap dukungan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh kelompok masyarakat. Lebih dari sekadar bantuan barang, stimulan ini diharapkan menjadi modal bersama untuk menghidupkan aktivitas komunitas, memperkuat gotong royong, dan meningkatkan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang," tutur Luqmanul Hakim.