Anna mengingatkan bahwa anak-anak merupakan salah satu kelompok yang paling rentan, selain kelompok lain seperti lansia, atau penderita penyakit respirasi, terhadap dampak partikel halus PM 2,5.

Partikel tersebut, katanya, sangat halus dan sangat kecil, dapat masuk ke cabang paru bahkan lebih jauh lagi, memicu gangguan saluran pernapasan, memperburuk gejala asma atau penyakit respirasi lainnya, menimbulkan gangguan kesehatan, bahkan menimbulkan kematian jika ada faktor risiko yang berat.

"Tentu anak-anak tidak pernah memilih untuk hidup di tengah bencana, karena mereka juga berharap udara yang bersih sebagai hak asasi mereka. Oleh karena itu, kita bertanggung jawab untuk memberikan perlindungan yang terbaik, dan menjaga mereka dalam hal kesehatan," ujarnya.

Dia berharap agar upaya-upaya itu membuahkan hasil, yang tak hanya mengatasi kebakaran hutan, namun juga melindungi kehidupan, kesehatan, dan masa depan anak Indonesia.