"Nanti ULD asesmen, dari situ nanti kami tindaklanjuti dan lihat kelalaian di mana dan apa tindak lanjutnya," ujarnya.

Dia menegaskan pihaknya tidak hanya berfokus pada siswa yang terlibat. Dikbud juga akan melihat sistem pengawasan di sekolah untuk mengetahui apakah terdapat celah atau kelalaian yang memungkinkan kejadian tersebut terjadi.

"Bukan diusut, tapi memeriksa keseluruhan akar masalah untuk kami buatkan tindak lanjut penanganan dan pencegahan serta pembinaan agar tidak terjadi lagi dan terjadi di sekolah lain," kata Muhtar.

Dikbud Pinrang juga telah mengeluarkan surat kepada seluruh kepala sekolah untuk memperkuat pengawasan terhadap peserta didik. Surat tersebut menjadi langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di sekolah lain.

"Sudah juga kami keluarkan surat ke semua kepala sekolah untuk pencegahan kasus seperti itu terulang," pungkas Muhtar.