Pada tahap regional, peserta mendapat materi dasar pengembangan usaha sesuai sektor masing-masing. Peserta yang lolos kemudian mengikuti pembinaan nasional berdasarkan tingkat kesiapan usahanya.

Pembinaan nasional dibagi menjadi empat kelas. Go Modern berfokus pada pengelolaan usaha, Go Digital pada pemanfaatan teknologi digital, Go Online pada optimalisasi kanal daring dan perluasan pasar, sedangkan Go Global diarahkan untuk mempersiapkan UMK memasuki pasar business-to-business (B2B), baik domestik maupun ekspor.

Pada 2026, terdapat pula materi Go Green dan Go Aggregator. Go Green membahas penerapan praktik usaha yang lebih ramah lingkungan, sementara Go Aggregator membekali peserta untuk membangun kolaborasi dan memperluas akses pasar bersama pelaku UMK lainnya.

"Setiap pelaku UMK memiliki kebutuhan dan tingkat kesiapan yang berbeda. Karena itu, materi serta pendampingan disesuaikan dengan posisi dan perkembangan usaha masing-masing agar proses pembinaan memberikan hasil yang lebih nyata dan terukur," tambah Baron.

Pada pelaksanaan 2025, lebih dari 2.000 pelaku UMK mendaftar. Sebanyak 1.430 peserta mengikuti pembinaan tahap regional dan 760 peserta melanjutkan ke tahap nasional. Dari jumlah tersebut, 581 peserta dinyatakan lulus dan naik kelas.