Kegiatan tersebut juga menghasilkan business matching pembiayaan dan perdagangan syariah senilai Rp3,16 triliun, serta komitmen kerja sama pasar uang dan pasar valuta asing syariah sebesar Rp6,05 triliun.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Solikin M. Juhro saat menutup ISEF di Jakarta, Minggu (18/10), mengatakan capaian tersebut perlu memberikan manfaat nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Pengembangan ekonomi syariah, menurut dia, perlu menghubungkan pembiayaan dengan kegiatan produktif serta mendorong pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
ISEF 2026 mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”. Kegiatan tersebut melibatkan lebih dari 1.000 pelaku industri halal dan dikunjungi sekitar 93 ribu orang, dengan jangkauan melalui media massa dan media sosial mencapai 26,5 juta orang.