NADIKABAR.COM β€” Tujuh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Bank Indonesia Kalimantan Barat membukukan penjualan Rp113,51 juta dalam Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 tahun 2026 di Jakarta, 14–18 Oktober.

"Partisipasi UMKM Kalbar tersebut juga membuka peluang transaksi lanjutan bagi pelaku usaha daerah, sekaligus memperluas promosi produk unggulan Kalimantan Barat di pasar yang lebih luas," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat Doni Septadijaya di Pontianak, Selasa.

Salah satu capaian diraih Ong Birdnest, UMKM binaan BI Kalbar, yang mendapat apresiasi sebagai tenant dengan penjualan tertinggi pada kategori makanan dan minuman olahan kemasan.

Selain penjualan selama pameran, Ong Birdnest memperoleh pesanan lanjutan sebanyak 50 kilogram produknya dari pembeli asal Taiwan.

UMKM Alfkhanza Herbal juga mendapatkan pesanan dari pembeli lokal berupa 20 kilogram bawang dayak dan 20 kilogram kayu bajakah. Pesanan tersebut menjadi peluang bagi produk herbal khas Kalimantan Barat untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Prestasi lainnya ditorehkan dua perwakilan Kalimantan Barat yang meraih juara pertama International Halal Chef Competition (IN2HCC). Eko Hendrawan menang pada kategori profesional, sedangkan Elpidius Ricky menjadi juara pada kategori vokasi.

Di sektor fesyen, Kalimantan Barat turut mempromosikan wastra daerah melalui peragaan busana dan tenun Sidan khas Kabupaten Kapuas Hulu. Sejumlah pelaku fesyen juga berpartisipasi dalam IN2MOTIONFEST x JMFW 2026, di antaranya Jazila by BornNeo, Susiana by Uchie Machran, serta Special Parade Dewan IKRA by Wignyo Rahadi.

Secara nasional, ISEF 2026 mencatat penjualan produk makanan halal dan fesyen sebesar Rp13,85 miliar.

Kegiatan tersebut juga menghasilkan business matching pembiayaan dan perdagangan syariah senilai Rp3,16 triliun, serta komitmen kerja sama pasar uang dan pasar valuta asing syariah sebesar Rp6,05 triliun.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Solikin M. Juhro saat menutup ISEF di Jakarta, Minggu (18/10), mengatakan capaian tersebut perlu memberikan manfaat nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Pengembangan ekonomi syariah, menurut dia, perlu menghubungkan pembiayaan dengan kegiatan produktif serta mendorong pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

ISEF 2026 mengusung tema β€œAkselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”. Kegiatan tersebut melibatkan lebih dari 1.000 pelaku industri halal dan dikunjungi sekitar 93 ribu orang, dengan jangkauan melalui media massa dan media sosial mencapai 26,5 juta orang.