Menurut Sri, interaksi langsung dengan calon pembeli luar negeri memberikan gambaran nyata mengenai standardisasi dan kebutuhan pasar internasional. Momentum ini sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah provinsi untuk memberikan fasilitasi yang tepat.

Kerja sama bilateral ini dirancang untuk memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia ke wilayah Afrika Tengah, di mana pada gelaran forum tahun sebelumnya mencatat nilai kerja sama sebesar 19,5 juta dolar AS.

Ia menjelaskan, langkah ini sekaligus menjadi bagian dari diversifikasi pasar ekspor komoditas non-tradisional bagi sektor perikanan nasional.

Selain Sri Wahyuni, penandatanganan kerja sama strategis ini disaksikan oleh Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri, dan Duta Besar RI untuk Kamerun Agung Cahaya Sumirat.

Turut hadir pula Direktur Kerja Sama Negara Berkembang Kementerian Ekonomi Kamerun Dr. Nana Emmanuel Mbafong, serta Wakil Ketua Komite Tetap Afrika Kadin Indonesia Sylvie Tomasoa.