"Pesantren Ar Rahimiyah ini adalah jantungnya Pota. Santri-santrinya adalah calon pemimpin masa depan Manggarai Timur. Melalui program Aksara Peduli dari Kemendiktisaintek ini, kami ingin memastikan proses belajar mereka tetap berjalan, bahkan harus lebih kuat pascabencana. Dari pesantren inilah ketangguhan itu lahir," ujar Al Afik.

Selain menyerahkan bantuan, tim dan mahasiswa relawan UMY berinteraksi dengan para santri serta berbagi pengalaman mengenai kehidupan perkuliahan. Mereka juga memberikan motivasi tentang pentingnya melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Libatkan Mahasiswa dalam Pendampingan

Program ini turut melibatkan empat mahasiswa angkatan 2024 dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Relawan UMY, yakni Ega, Aul, Anwar, dan Rafi. Mereka membantu inventarisasi serta penyaluran perlengkapan kesehatan, sekaligus mendampingi kegiatan bersama masyarakat dan santri.

Keterlibatan mahasiswa juga menjadi bagian dari konversi program kuliah kerja nyata (KKN). Melalui program bertema "Aksi Nyata Berdampak untuk Semua: Menuju Masyarakat NTT Tangguh", UMY berharap pendampingan lintas bidang tersebut dapat membantu pemulihan pascabencana sekaligus memperkuat pengetahuan kesehatan, pendidikan, dan kesiapsiagaan masyarakat Pota.