NADIKABAR.COM — Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengirim Tim Aksara Peduli ke Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk mendukung pemulihan masyarakat pascabencana. Program ini mencakup penyaluran bantuan kesehatan, edukasi, serta penguatan literasi dan ketangguhan masyarakat.
"Ini bukan sekadar pengabdian, tapi pembelajaran tentang kemanusiaan. Kami ingin hadir tidak hanya membawa bantuan, tapi membawa harapan agar masyarakat Pota bisa lebih tangguh," ungkap pimpinan tim Dr. Al Afik, M.A dalam keterangannya, Rabu (4/11/2026).
Tim ini berangkat melalui Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA), Minggu (1/11/2026). Kegiatan yang didukung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) berangkat bersama dua dosen bidang kesehatan, Dr. drg. Laelia Dwi Anggraini, Sp.KGA., dan apt. Sabtanti Harimurti, Ph.D.
Pada Senin (2/11), tim menyalurkan bantuan kesehatan kepada Puskesmas Pota. Bantuan diterima Kepala Puskesmas Pota, Hindrayanti, S.Kep., Ns., beserta jajaran tenaga kesehatan setempat.
Tim menyiapkan lima paket darurat atau emergency kit yang mencakup 38 jenis perlengkapan kesehatan dan obat-obatan untuk disalurkan ke lima lokasi berbeda. Salah satu paket telah diserahkan kepada pihak puskesmas. Isinya antara lain sarung tangan medis, masker, kasa steril, perban, antiseptik, serta sejumlah obat-obatan.
Al Afik mengatakan pengabdian tersebut tidak berhenti pada penyerahan bantuan. Kolaborasi dengan tenaga kesehatan setempat diperlukan agar program dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat berkelanjutan.
"Kami tidak ingin datang dan pergi begitu saja. Puskesmas Pota adalah garda terdepan kesehatan masyarakat di sini. Apa yang kami bawa hari ini adalah titipan dari Kemendiktisaintek dan UMY untuk memperkuat layanan yang sudah ada. Semoga bermanfaat untuk warga Pota," ujarnya.
Tim juga menyiapkan edukasi kesehatan bagi masyarakat dan anak-anak sekolah. Laelia akan memberikan edukasi kesehatan gigi, termasuk cara menyikat gigi yang benar dan pentingnya menjaga kesehatan gigi sejak usia dini. Sementara itu, Sabtanti akan mendukung peningkatan literasi penggunaan obat secara tepat dan rasional.
Dukungan Kesehatan untuk Santri Ar Rahimiyah
Selain puskesmas, tim mengunjungi Pondok Pesantren Ar Rahimiyah Pota pada hari yang sama. Bantuan berupa paket darurat kesehatan disalurkan untuk mendukung kebutuhan dasar para santri, termasuk perlengkapan pertolongan pertama dan perawatan kesehatan.
Menurut Al Afik, pesantren memiliki peran penting dalam membangun ketangguhan masyarakat. Karena itu, keberlangsungan pendidikan santri perlu mendapat perhatian selama masa pemulihan pascabencana.
"Pesantren Ar Rahimiyah ini adalah jantungnya Pota. Santri-santrinya adalah calon pemimpin masa depan Manggarai Timur. Melalui program Aksara Peduli dari Kemendiktisaintek ini, kami ingin memastikan proses belajar mereka tetap berjalan, bahkan harus lebih kuat pascabencana. Dari pesantren inilah ketangguhan itu lahir," ujar Al Afik.
Selain menyerahkan bantuan, tim dan mahasiswa relawan UMY berinteraksi dengan para santri serta berbagi pengalaman mengenai kehidupan perkuliahan. Mereka juga memberikan motivasi tentang pentingnya melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Libatkan Mahasiswa dalam Pendampingan
Program ini turut melibatkan empat mahasiswa angkatan 2024 dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Relawan UMY, yakni Ega, Aul, Anwar, dan Rafi. Mereka membantu inventarisasi serta penyaluran perlengkapan kesehatan, sekaligus mendampingi kegiatan bersama masyarakat dan santri.
Keterlibatan mahasiswa juga menjadi bagian dari konversi program kuliah kerja nyata (KKN). Melalui program bertema "Aksi Nyata Berdampak untuk Semua: Menuju Masyarakat NTT Tangguh", UMY berharap pendampingan lintas bidang tersebut dapat membantu pemulihan pascabencana sekaligus memperkuat pengetahuan kesehatan, pendidikan, dan kesiapsiagaan masyarakat Pota.