Dinas Kebudayaan NTB berharap pengakuan internasional itu semakin menumbuhkan kebanggaan masyarakat serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam mengenali dan merawat kekayaan sejarah daerah.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan pengakuan MoWCAP membuka peluang bagi Nusa Tenggara Barat untuk memperluas jejaring dengan perpustakaan, museum, pusat kajian, dan perguruan tinggi di kawasan Asia-Pasifik maupun wilayah lainnya.
Pengakuan internasional itu juga memperkuat pengembangan wisata edukasi yang menghubungkan Museum Sampa Radja sejarah Kesultanan Bima dan pengetahuan mengenai Gunung Tambora.
Iqbal mengingatkan bahwa warisan dokumenter memiliki kandungan pengetahuan yang luas, sehingga bagian yang relevan dapat diolah menjadi materi pembelajaran sesuai bidang dan kebutuhan pendidikan.
"Dari Bima, warisan pengetahuan Bo' Sangaji Kai menjangkau masyarakat yang lebih luas dan membawa pesan bahwa NTB memiliki akar sejarah serta tradisi intelektual yang bernilai bagi Indonesia dan dunia," pungkas mantan Duta Besar Indonesia untuk Turki tersebut.