Jamaluddin mengatakan, Unhas telah melakukan pengkajian mendalam secara akademik untuk memberikan gelar sebagai Doktor Honoris Causa. Unhas menemukan jawaban itu dalam kepemimpinan pasca konflik yang ada dalam Xanana Gusmão.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh civitas akademika dan lebih khusus terhadap Promotor dan Co-Promotor. Jamaluddin mengaku penghargaan yang diberikan kepada Pejuang Timor Leste turut membanggakan nama Unhas.
Di sisi lain, Jamaluddin menjelaskan pentingnya membedakan kepemimpinan seorang figur saat memimpin dalam situasi konflik dan pascakonflik terjadi. Setelah konflik berakhir, pemimpin yang sesungguhnya adalah mereka mulai memikirkan kesejahteraan rakyatnya.
"Dalam perjalanan sejarah memimpin perjuangan dan memimpin setelah konflik merupakan dua entitas yang sangat berbeda. Pada masa perjuangan seperti disampaikan tadi tujuan dapat terlihat biasa, subjektifas dapat dibangun melalui ancaman bersama dan kepemimpinan yang sering diukur melalui keutuhan untuk bertahan," jelasnya.
"Namun setelah konflik berakhir, kepemimpinan berubah, masyarakat tidak lagi membutuhkan simbol keberanian, mereka membutuhkan institusi hukum, pelayanan publik, rasa aman, kesempatan ekonomi dan keyakinan kedamaian," paparnya.
Sosok itu, kata dia, melekat dalam diri Xanana Gusmão yang melakukan transisi kepemimpinan. Dirinya menilai, hal ini menunjukkan betapa hebatnya tanggung jawab seorang Xanana Gusmão.
"Yang mulia Xanana Gusmão menunjukkan kemampuan melakukan transisi kepemimpinan tersebut, beliau tidak berhenti sebagai figur historis dalam sebuah perjuangan, beliau memasuki tanggung jawab yang jauh lebih sunyi dan panjang," tegasnya.
Jamaluddin mengungkapkan, Pejuang Timor ini telah membangun fondasi kenegaraan untuk memastikan kehidupan rakyatnya berlanjut. Selain itu, membangun diplomasi yang baik dengan negara-negara.
"Membangun fondasi kenegaraan dan tata kelola negara, menjaga kohesi masyarakat, menata hubungan antar otoritas dan warga, membuka diri bersama negara lain serta menyatakan Timur Leste dalam hubungan regional dan internasional," jelasnya.
Menurutnya, Xanana Gusmão memiliki kemampuan diplomasi rekonsiliasi yang sangat baik. Xanana Gusmao dinilai telah memberikan pelajaran atas keberanian membangun rekonsiliasi pascakonflik.