"βKTI (Kawasan Timur Indonesia) kan sudah lama tertinggal dalam berbagai indeks. Ini tidak adil dan tidak boleh. Saya kira pemerintah pun menyadari itu sehingga ada dulu kementerian khusus untuk pembangunan kawasan timur, kawasan timur ini memang identik dengan ketertinggalan," ujarnya saat membuka diskusi hasil survei Pusat Litbang Unhas.
Prof JJ menegaskan suara-suara dari timur jangan lewat atau ditinggalkan. Sebab jika menggunakan survei nasional saja, maka suara khusus dari timur tersegregasi (pemisahan suatu kelompok dari kelompok lain berdasarkan karakteristik tertentu seperti ras, etnis, agama) yang tentunya akan menghadirkan ketidakadilan bagi masyarakat KTI.