Rincian rancangan aturan menunjukkan bahwa jika platform melanggar ketentuan tersebut, mereka dapat dikenai denda hingga 6 persen dari omzet tahunan.
"Kita tidak harus menerima fitur-fitur yang memicu kecanduan. Platform harus membuktikan bahwa layanan mereka aman," tegas Von der Leyen.
Ia mencatat bahwa risiko tersebut tidak hanya terbatas pada anak-anak. "Desain yang memicu kecanduan, misalnya, merugikan semua orang," ujarnya kepada para anggota parlemen UE, sembari menyatakan bahwa Eropa memerlukan lebih banyak aturan yang akan diusulkan pada musim gugur mendatang.
Kelompok pembela hak anak dan organisasi orang tua menyambut baik langkah-langkah untuk menjadikan media sosial lebih aman.
"Tentu saja, detail teknislah yang menentukan keberhasilannya. Proposal yang akan diajukan besok harus koheren, komprehensif, relevan untuk masa depan, dan dapat ditegakkan secara tegas," ujar perwakilan advokasi 5Rights Foundation, Leanda Barrington-Leach.
Simeon de Brouwer dari kelompok hak digital EDRi mengatakan bahwa upaya menjadikan platform lebih aman secara menyeluruh merupakan kebutuhan mendesak. Ia mengatakan kepada AFP, "Jika desain tersebut berbahaya bagi anak berusia 13 tahun, desain itu tidak akan secara ajaib menjadi aman saat mereka menginjak usia 15 atau 18 tahun."