Kondisi tersebut, kata dia, perlu menjadi pertimbangan perguruan tinggi untuk mengevaluasi pola asesmen yang selama ini lebih banyak berorientasi pada produk akhir.
Dia mendorong perguruan tinggi merancang sistem penilaian yang dapat membuktikan kompetensi mahasiswa secara lebih autentik, sehingga hasil asesmen benar-benar mencerminkan kemampuan yang dimiliki.
Coates juga menyampaikan perkembangan AI tidak semestinya hanya dipandang sebagai ancaman bagi pembelajaran, tetapi dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi desain pembelajaran, metode asesmen, dan cara mengukur keberhasilan pendidikan.
Dia mengajak peserta di forum itu membayangkan pendidikan tinggi yang semakin berorientasi pada penguasaan kompetensi, bukan semata-mata berdasarkan lamanya seseorang menempuh studi.