Pires menyebutkan sekitar 800.000 anak di Gaza masih mengungsi dan sebagian besar tinggal di tenda-tenda atau bangunan yang rusak akibat pengeboman.
Lebih lanjut, ia mengatakan sekitar 60.000 anak telah kehilangan salah satu atau kedua orang tua mereka selama perang berlangsung atau sejak gencatan senjata diberlakukan. Sementara itu, hampir semua anak membutuhkan dukungan kesehatan mental untuk pemulihan.
Anak-anak di Gaza kini menghadapi musim dingin keempat mereka di tengah perjuangan untuk bertahan hidup. Meski gencatan senjata telah memperbaiki ketahanan pangan secara terbatas, namun dampak perang terus memengaruhi seluruh aspek kehidupan sehari-hari mereka.
Lebih dari 560.000 anak telah melanjutkan pendidikannya sejak gencatan senjata diumumkan pada Oktober 2025, termasuk di lebih dari 200 pusat pembelajaran yang didukung UNICEF.