Undana juga menawarkan pengembangan sektor perikanan dan budi daya untuk memperluas akses masyarakat terhadap sumber protein hewani. Komoditas yang menjadi perhatian mencakup ikan air tawar, udang vannamei, ikan kerapu, kakap, lobster, rumput laut, dan teripang.
Philiphi menilai upaya penurunan stunting perlu dilakukan secara terpadu, karena persoalan gizi tidak hanya berkaitan dengan pelayanan kesehatan, tetapi juga ketersediaan pangan bergizi dan kemampuan ekonomi keluarga.
Karena itu, pemberdayaan petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah melalui penerapan teknologi produksi dan budi daya berkelanjutan dinilai penting untuk memperkuat kemandirian pangan masyarakat.
Penjajakan kerja sama tersebut dihadiri oleh Prof Doppy Roy Nendissa, Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Undana, Yefri C. Adoe, serta Subkoordinator Kerja Sama, Heppy Y. Haning. Kedua pihak berkomitmen menindaklanjuti pembahasan dengan menyusun program yang lebih spesifik dan terukur untuk mendukung perbaikan gizi serta ketahanan pangan di NTT.