NADIKABAR.COM β Universitas Pasundan (Unpas) Bandung membentuk tim investigasi yang melibatkan berbagai unsur sivitas akademika untuk melakukan penyelidikan dugaan kekerasan seksual yang melibatkan oknum dosen terhadap mahasiswa.
Wakil Rektor I Unpas Dr Cartono mengatakan pihaknya memandang dugaan kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan perguruan tinggi sebagai persoalan mendasar yang harus ditangani secara serius.
βKami akan menyelesaikan, karena ini sesuatu yang sangat fundamental untuk diselesaikan, yang terkait dengan kekerasan, pelecehan seksual di perguruan tinggi,β kata Cartono di Bandung, Kamis.
Cartono mengatakan sejauh ini pihaknya telah mengidentifikasi dua dosen yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Namun, jumlah itu masih dapat berkembang seiring dengan pendalaman yang dilakukan tim investigasi.
βYang teridentifikasi itu hanya dua dosen, tapi mungkin nanti tim mengembangkan lebih lanjut ya, kira-kira seperti apa,β katanya.
Ia menegaskan pihaknya tidak akan membeda-bedakan pihak yang terbukti terlibat dalam tindakan kekerasan seksual.
Ia menambahkan sanksi administratif akan diberikan secara proporsional berdasarkan tingkat pelanggaran yang dilakukan.
βSemua pihak yang terlibat terkait dengan masalah ini, harus mendapatkan sanksi yang setimpal sesuai dengan tingkat kekeliruan, kesalahan moral yang dilakukan,β ucap Cartono.
Berdasarkan laporan yang diterimanya, dugaan kekerasan seksual tersebut didominasi tindakan verbal, meskipun terdapat pula laporan mengenai dugaan sentuhan fisik terhadap korban.
Cartono menegaskan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) Unpas tetap menjalankan tugasnya, termasuk memberikan pendampingan kepada korban.
Sebelumnya, ratusan mahasiswa menggelar aksi di depan Gedung Fakultas Hukum Unpas, Jalan Lengkong Besar, Kota Bandung, Rabu (14/10).
Dalam aksi tersebut, mahasiswa mendesak pihak kampus segera mengusut dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen serta memastikan lingkungan akademik yang aman bagi seluruh mahasiswa.