Perubahan medan magnet yang diamati meliputi besaran medan magnet, arah perubahan, hingga sudutnya. Data itu kemudian dikaji untuk melihat keterkaitannya dengan aktivitas kegempaan.
Ia menuturkan kajian tersebut didasarkan pada sifat batuan yang dapat mengalami perubahan kemagnetan ketika mendapat tekanan. Tekanan itu berkaitan dengan proses tektonik yang berlangsung di wilayah pertemuan lempeng.
"Sehingga, itu yang kami monitor, itu yang kami telusuri, seberapa menurunnya," papar Teti.
Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa penelitian tersebut membutuhkan pengumpulan data dalam jangka panjang, sehingga hasilnya belum dapat ditargetkan selesai dalam waktu tertentu.