Tim peneliti menganalisis data sejak sekitar 1950 hingga sekarang dengan membandingkannya terhadap sejumlah kejadian gempa yang tercatat dalam periode tersebut.
Teti menegaskan penelitian geomagnet tidak dimaksudkan untuk menentukan waktu terjadinya gempa bumi secara pasti. Pengamatan berkelanjutan diharapkan dapat memperlihatkan pola aktivitas seismik, sehingga kewaspadaan terhadap potensi gempa dapat ditingkatkan.
Selain melanjutkan penelitian mitigasi gempa, Universitas Mataram mulai mengembangkan kajian mitigasi vulkanologi. Salah satu upayanya dengan merencanakan pembangunan kembali stasiun observatorium geomagnet di kawasan lereng Sembalun.
Teti menyampaikan pengembangan observasi geomagnet membutuhkan data yang kontinyu dan berkualitas agar pola perubahan medan magnet dapat dikaji dengan lebih baik dari waktu ke waktu.