Dari sisi operasional, perusahaan melanjutkan upaya peningkatan produktivitas melalui transformasi pengadaan, manufaktur, dan model operasional. Perseroan juga memperluas distribusi langsung, memperkaya portofolio produk, serta meningkatkan layanan pelanggan dan kualitas eksekusi di toko.

Unilever Indonesia menyatakan lebih dari 60% belanja modal dialokasikan untuk peningkatan produktivitas dan perluasan kapasitas.

Antisipasi Tekanan Inflasi hingga 2027

Benjie mengatakan perusahaan akan tetap berfokus pada pertumbuhan yang didorong oleh volume, disertai peningkatan margin secara terukur pada 2026.

"Ke depan, kami akan tetap berfokus pada pertumbuhan yang didorong oleh volume, dengan peningkatan margin yang terukur pada 2026. Meskipun tekanan inflasi pada komoditas yang berkaitan dengan kawasan Timur Tengah diperkirakan masih akan berlanjut hingga memasuki 2027, kami akan terus meresponsnya melalui kombinasi penyesuaian harga yang tepat, efisiensi, dan investasi yang disiplin. Prioritas kami adalah menjaga daya saing, memastikan produk tetap terjangkau bagi konsumen, serta mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dalam jangka panjang. Kami optimistis dengan kemajuan yang terus kami capai," ungkapnya.

"Saat ini, kami memiliki merek, kapabilitas, dan fondasi bisnis yang lebih kuat dibandingkan satu tahun yang lalu. Kami akan terus berfokus pada penguatan portofolio, peningkatan daya saing, serta penciptaan nilai berkelanjutan bagi para pemegang saham dalam jangka panjang. Sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat bisnis, kami akan menyampaikan informasi lebih lanjut mengenai bisnis Foods sebelum akhir tahun," tutup Benjie.