Kedutaan Besar India di Arab Saudi mengatakan Machchhar dalam kondisi stabil dan sedang menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Tabuk setelah pesawat melakukan pendaratan darurat di kota tersebut.
Dalam unggahan di X pada Kamis (01/10) dini hari, Perdana Menteri India Narendra Modi juga memuji Machchhar dan menyebutnya sebagai seorang "pahlawan".
"Di tengah bahaya yang sangat besar dan meski mengalami luka serius, ia menunjukkan keberanian luar biasa dan tekad yang tak tergoyahkan untuk melindungi nyawa orang lain. Keberaniannya membantu menyelamatkan ratusan nyawa dan mencegah tragedi besar," kata Modi.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar mengatakan ia telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab Abdullah bin Zayed Al Nahyan.
"Kedua pihak menyatakan tekad bersama untuk memperkuat hubungan antarnegara di semua tingkatan dan bekerja sama melawan unsur-unsur ekstremis yang berupaya mengganggu keamanan dan merusak stabilitas kawasan," tulis Saar di X.
Saar juga berbicara melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul.
Wadephul mengatakan bahwa ia mengecam keras insiden tersebut sebagai serangan serius terhadap penerbangan sipil. Ia menambahkan bahwa simpati dan perhatiannya tertuju kepada mereka yang selamat, serta keluarga yang sempat mengkhawatirkan keselamatan orang-orang terdekat mereka. Wadephul juga mengatakan bahwa penyebab dan rangkaian kejadian dalam insiden tersebut harus segera diungkap secara menyeluruh.
Belakangan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa ia telah membahas insiden penerbangan Flydubai itu dengan Netanyahu. Trump mengatakan Netanyahu memberitahunya bahwa seorang tukang ledeng asal Israel turut membantu mencegah pesawat tersebut jatuh.
"Saya berbicara cukup lama dengan Bibi Netanyahu mengenai kejadian ini, dan tampaknya kopilotnya mungkin seorang teroris atau mungkin orang yang mengalami gangguan, dan dia menikam pilotnya," kata Trump kepada wartawan.
Flydubai mengatakan penerbangan FZ 1073 dari Dubai menuju Tel Aviv mengalami sebuah "insiden" di tengah penerbangan sebelum akhirnya mendarat dengan selamat di wilayah barat laut Arab Saudi. Pesawat yang digunakan adalah Boeing 737 MAX 8.
"Pesawat telah mendarat dengan selamat di Bandara Tabuk dan seluruh penumpang dalam keadaan selamat serta telah terdata," kata juru bicara Flydubai.
Belakangan, juru bicara Flydubai mengatakan penyebab pertikaian yang "terjadi di ruang kokpit penerbangan FZ 1073" masih belum diketahui dan tengah diselidiki secara resmi.
"Pada tahap awal ini, alasan dan motif yang mendasari peristiwa tersebut belum diketahui dan masih menjadi bagian dari penyelidikan resmi. Kami meminta semua pihak untuk menahan diri dari spekulasi prematur selagi pihak berwenang mengumpulkan fakta," kata seorang juru bicara dalam pernyataan yang dipublikasikan kantor berita AFP.
Situs pelacak penerbangan Flightradar24 awalnya menunjukkan penerbangan Flydubai lain dari Dubai menuju Tel Aviv, FZ1081, berbalik menuju Dubai. Namun, situs itu kemudian menunjukkan pesawat tersebut kembali mengarah ke Tel Aviv dan melanjutkan penerbangan. Belum ada penjelasan langsung mengenai perubahan tersebut.