Portal berita Israel Ynet melaporkan bahwa pesawat mengalami penurunan ketinggian secara tajam dan para penumpang membantu salah satu pilot mencegah pilot lainnya menjatuhkan pesawat.

Data pelacakan penerbangan menunjukkan pesawat tiba-tiba kehilangan sekitar separuh ketinggiannya ketika mendekati perbatasan Arab Saudi dengan Yordania.

Menurut data Flightradar, pesawat turun dari ketinggian hampir 34.000 kaki atau 10.360 meter pada pukul 05.21 GMT/UTC menjadi di bawah 17.000 kaki atau 5.180 meter pada pukul 05.22 GMT/UTC.

Lembaga penyiaran publik Israel Kan dan Channel 12 melaporkan bahwa militer Israel sempat menerbangkan jet tempur karena pada awalnya muncul kekhawatiran bahwa pesawat tersebut dibajak. Menurut laporan tersebut, kemungkinan itu kemudian dikesampingkan.

Para pemimpin Israel mengatakan bahwa seorang pilot yang mereka sebut "jihadis" mencoba menjatuhkan pesawat Flydubai yang sebagian besar penumpangnya merupakan warga Israel.

Dalam pesan video, Netanyahu mengatakan bahwa "dalam penerbangan ... salah satu pilot menikam pilot lainnya dan tampaknya mencoba menjatuhkan pesawat bersama semua orang yang berada di dalamnya."

Ia menambahkan bahwa penumpang dan awak pesawat berhasil melumpuhkan pilot yang diduga melakukan serangan tersebut. Pesawat kemudian melakukan pendaratan darurat di Arab Saudi, dan pelaku ditangkap di sana.

"Saya memberi hormat kepada para pahlawan ini yang menunjukkan kesigapan dan keberanian luar biasa. Mereka menyelamatkan banyak nyawa dan mencegah bencana besar," kata Netanyahu.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menggambarkan insiden tersebut sebagai "upaya serangan teror jihadis" yang "berhasil digagalkan hanya berkat keberanian beberapa penumpang Israel."

Sebelumnya, kantor Netanyahu mengatakan perdana menteri telah menggelar sejumlah konsultasi terkait insiden tersebut dan terus memantau perkembangan situasi.

"Insiden ini sudah terkendali, dan seluruh langkah saat ini sedang dilakukan untuk memulangkan para penumpang Israel dengan selamat ke Israel," kata kantor Netanyahu.

Seorang pejabat senior pemerintah Israel yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Channel 12 bahwa sebuah bencana besar berhasil dicegah.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Israel memberi tahu para diplomat Israel bahwa mereka menganggap insiden tersebut sebagai "upaya serangan teroris terhadap warga Israel, Uni Emirat Arab, dan Kesepakatan Abraham."

Artikel ini pertama kali ditulis dalam bahasa Inggris