"Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman sedang melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap dugaan keracunan makanan di wilayah kerja Puskesmas Sleman," terangnya.

"Penyebab masih proses pemeriksaan laboratorium dan analisis epidemiologi lanjutan masih berlangsung," pungkas Yuli.

Sebelumnya, sejumlah siswa TK, SD, hingga SMA di wilayah Nyaen, Pandowoharjo, Sleman dilaporan mengalami gejala keracunan usai menyantap menu MBG. Ketiga sekolah itu menerima MBG dari satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama. Alhasil operasional SPPG pun distop sementara.

Panewu Sleman Rohmiyanto menjelaskan, keracunan ini awalnya diketahui saat Satu siswa SD di wilayah Nyaen mengalami gejala keracunan usai menyantap MBG pada Senin (31/8). Siswa itu bahkan harus dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan.

"Jadi itu MBG yang hari Senin, (tanggal) 31. Kemudian mulai bergejalanya kan malam Selasa ya. Malam Selasa sampai Selasa kemarin," terang Rohmi saat dihubungi wartawan, Rabu (2/9).

"Jadi kan sebenarnya penerimanya banyak to itu, penerima manfaatnya itu. Tapi yang ada yang laporan itu yang SD Nyayen 2, itu satu siswa rawat jalan," sambungnya.