NADIKABAR.COM — Jengkol bukan hanya dikenal karena rasanya yang khas, tetapi juga aromanya yang cukup sulit disamarkan. Setelah menyantap makanan ini, bau khas jengkol terkadang tidak hanya terasa di mulut dan napas, tetapi juga dapat tercium dari urine.

Hal tersebut kemudian memunculkan berbagai anggapan. Salah satunya, urine yang berbau jengkol disebut-sebut sebagai tanda bahwa ginjal masih sehat karena mampu mengeluarkan zat dari jengkol.

Lantas, apakah anggapan tersebut benar?

Jawabannya, fakta. Konsumsi jengkol memang dapat membuat urine memiliki aroma sulfur yang khas.

Salah satu senyawa yang berkaitan dengan jengkol adalah asam jengkolat atau djenkolic acid. Senyawa ini mengandung sulfur dan secara alami terdapat di dalam biji jengkol.

Sebuah penelitian mengenai kandungan sulfur pada jengkol menjelaskan bahwa asam jengkolat dapat terurai menjadi senyawa yang mengandung sulfur dan bersifat volatil. Senyawa tersebut dapat berkontribusi terhadap aroma khas jengkol, termasuk bau yang tercium saat buang air kecil.

Literatur medis mengenai djenkolism juga mencatat bahwa konsumsi jengkol dapat menyebabkan napas dan urine memiliki bau sulfur. Jadi, kalau setelah makan jengkol aroma urine terasa lebih menyengat dari biasanya, hal tersebut memang dapat terjadi.