Kenapa baunya bisa sampai ke urine?
Setelah jengkol dikonsumsi, kandungan di dalamnya akan mengalami proses pencernaan dan metabolisme di dalam tubuh. Sebagian senyawa atau hasil metabolismenya kemudian dikeluarkan melalui urine.
Pada proses tersebut, senyawa yang mengandung sulfur dapat ikut berkontribusi terhadap aroma urine. Hal serupa sebenarnya juga dapat terjadi setelah seseorang mengonsumsi makanan tertentu yang memiliki senyawa beraroma kuat.
Jadi, bau urine setelah makan jengkol bukan berarti ginjal sedang “mengeluarkan bau jengkol” secara langsung. Aroma tersebut berkaitan dengan senyawa dari makanan dan hasil metabolisme yang kemudian dikeluarkan tubuh melalui urine.
Kemudian ada anggapan bahwa urine yang bau menandakan jika ginjal sehat?
Nah, bagian ini yang termasuk mitos.
Bau urine setelah makan jengkol tidak dapat menjadi patokan untuk memastikan ginjal seseorang sehat. Memang, ginjal memiliki fungsi penting dalam menyaring darah dan membuang berbagai zat sisa melalui urine. Namun, munculnya bau khas setelah mengonsumsi makanan tertentu bukanlah pemeriksaan fungsi ginjal.