NADIKABAR.COM — Dewan Bisnis Amerika Serikat-ASEAN atau US-ASEAN Business Council (USABC) menyebut Pemerintah Indonesia menunjukkan kesiapan untuk melanjutkan proses implementasi perjanjian perdagangan timbal balik antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) yang telah ditandatangani pada Februari 2026.
Presiden dan CEO USABC Brian McFeeters mengatakan komitmen tersebut disampaikan sejumlah pejabat Indonesia dalam rangkaian misi bisnis tahunan Indonesia Business Mission (IDBM) di Jakarta pada pekan ini.
"Poin utamanya adalah kami mendapat kesan bahwa Pemerintah Indonesia siap melanjutkan proses implementasi kesepakatan tersebut," kata McFeeters dalam diskusi media di Jakarta, Jumat.
McFeeters mendapatkan informasi bahwa Pemerintah Indonesia masih menunggu langkah yang lebih pasti dari pihak AS terkait investigasi berdasarkan Pasal 301 (Section 301), berkaitan dengan kategori tarif lainnya.
Implementasi perjanjian tersebut penting bagi perusahaan-perusahaan AS, katanya, karena sejumlah ketentuan dalam kesepakatan tersebut dinilai dapat mendukung kepentingan dunia usaha AS sekaligus mendorong perbaikan iklim usaha di Indonesia.