Dalam IDBM tahun ini, USABC menggelar sekitar 20 pertemuan dengan sejumlah pejabat Pemerintah Indonesia, termasuk menko perekonomian, menteri keuangan, dan gubernur Bank Indonesia, kata McFeeters.
Dia menjelaskan diskusi tersebut mencakup prioritas pembangunan Indonesia, tantangan investasi, serta komitmen untuk menerjemahkan peluang menjadi kerja sama konkret.
Diskusi tersebut menyoroti pentingnya kepastian dan konsistensi regulasi, penerapan persyaratan yang proporsional dengan risiko dan kapasitas pelaksanaan, serta penguatan kemitraan antara pemerintah dan investor.
"Perusahaan AS telah lama berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi Indonesia. Kepastian dan konsistensi kebijakan menjadi faktor penting agar perusahaan dapat terus mempertahankan investasi, memperluas operasi, dan membangun kemitraan yang lebih kuat dengan pelaku usaha lokal," jelas McFeeters.
Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan besaran tarif impor untuk Indonesia yang diusulkan United States Trade Representative (USTR) masih bersifat dinamis dan belum ditetapkan secara final.