Salah satu pelaku usaha tersebut adalah Leni Lestiarini, pengusaha madu yang berhasil membawa produk madu Riau menembus pasar Malaysia, Singapura, dan sejumlah negara lainnya.

Perjalanan itu tidak berlangsung singkat. Usaha tersebut bermula dari kegigihan almarhum suaminya, Purnomo, yang ketika itu bekerja sebagai peneliti lebah pada Dinas Kehutanan Provinsi Riau di Pekanbaru.

Pekerjaan Purnomo mempertemukannya dengan banyak kelompok petani lebah. Ia datang, berdiskusi, mencatat, meneliti, dan melihat langsung bagaimana masyarakat menggantungkan penghidupan dari koloni-koloni lebah di sekitar hutan.

Dalam satu kali panen, kelompok petani yang ditemuinya bahkan mampu mengumpulkan madu hingga sekitar 260 ton. Jumlah tersebut menjadi peluang ekonomi, tetapi muncul persoalan bagaimana memasarkannya.